Senin, 23 April 2012

Sky Line Gede


Jum’at 13 April, 2012

Semua berawal dari hanya sebuah mimpi dan kerinduan. Liburan UTS membuat saya bosan akan aktifitas yang  ada, rasanya rindu sekali dengan alam yang tenang, sejuk, dan merasa kegelapan, ketinggian salah satu rasa yang tuhan hadirkan untuk bisa merasakan keberadaanya. Entah sejak SMA saya mulai cinta dengan Pesona Alam pegunungan aku merasa lebih dekat dengannya ketika harus bersujud langsung di atas tanah denag sepinya malam di tengah hutan hanya kepadaNya tempat berlindung.

Aku coba mengajukan gagasan ini kepada Arbi yang pernah naik semua gunung yang ada di Bogor, ternyata responya baik dia juga mau dan ketika di sampaikan ke sahabat yang lainpun alhamduillah banyak yang berminat ikut naik. Awalanya kami mengajak salah satu sahabat Arbi dari dinas kehutanan Bogor yang sudah biasa naik gunung Gede Pangrango, sayang sekali justru kami tak bisa bertemu denganya di jalan pendakian karena tidak ada sinyal di atas gunung.

Jum’at  15.30 wib kami berangkat setelah solat ashar dari kediaman sahabat kami Arie di Cisarua, tidak begitu lama kami menunggu mini kol angkutan Cianjur-Bogor yang tak kunjung datang, Arbi mencoba menyetop mobil bak sayur untuk menyoba menumpang sekiranya tujuanya searah, Alhamdulillah kamipun boleh naik dan mendapat tumpangan.
     
 Arie
 Lihat semuanya masih sanangat cerah dan bersemangat, kita lihat beberapa jam kemudian...
Fadhil


Arbi 

Umet 

Rendy 

Alhamdulillah senangnya dapat kemudahan dariNya, walau kita mesti patungan bensin untuk si bapak, karena si bapa menawarkan mengantar kita hingga pintu masuk pendakian Cibodas tak apalah anggap saja kita menyarter mobilnya.
17.00 WIB ku langkahkan kakiku dengan bismillah ku yakin perjalanan ini akan begitu indah. Setelah berjalan sekitar 30 menit dari kantor Taman Nasional Gunung Gede Pangrango sampailah kita di Pos pertama untuk cek in data dan melaporkan keberangkatan karena nanti ketika turun kami akan dicek kembali apakah jumlah kami utuh dan membawa kembali sampah dan tidak meninggalkan sampah diatas gunung agar alam kita tetap terjaga baik.



17.30 wib kami berangkat dari Pos pertama pendakian, perjalanan masih enak jalan masih lebar dan rapih sudah ada tangga buatan dari batu kali yang tersusun. Sambil berjalan sambil kita ngobrol sampai tak terasa alam mulai menunjukan kegelapanya kita harus berhenti untuk solat, sampai di pos kedua tak ada tanda tanda ada air disekitar situ jadi kami harus mengambil jalan yang berbeda dari pendakian untuk menuju Curug Cibereum skitar 10menit dari situ.
Nikmat dan indah rasanya Solat berjamaah di tengah hutan yang amat gelap ditemani gemuruh suara air terjun yang begitu lebat, sungguh ayat ayat yang kubaca dalam solatpun terasa lebih kuat untuk diucapakan indaaaah sekali, Subhanallah.
19.00 wib kami kembali menuju pos kedua untuk menuju jalur pendakian tp sebelumnya Fadil salah satu dari kita bilang kalo dia sedang pusing sedari berangkat tadi.  kami lanjutakan perjalanan melewati pos kedua hp saya berdering ternyata Ka Beni dari dinas kehutanan Bogor menanyakan kami sudah dimana? Dan dia menyuruh kita untuk meninggalkan jejak, dan bertemu nanti di Pos terakhir sebelum puncak di kandang Badak.
Lanjutlah kami perjalanan, malam semakin pekat dingin mulai sedikit terasa di permukaan kulit saja. Kurang lebih sekitar jam 21.30 sahabat kami Fadil sudah tak kuat untuk melanjutkan meminta istirahat, kami langsung memasak air jahe dan memakan lontong dan roti untuk makan malam. Kami memasak air sambil berbincang-bincang Aku, Arie, dan Arbi, dua orang lagi Fadil tidur sejenak setelah muntah dan rendi juga menemani tidur. Mungkin medanya cukup lumayan karena kondisi yang hujan, berkeringat dan di malam hari yang kami memakai penerangan senter hanya dua senter.


Mungkin sekitar jam 22.00 kita lanjutakan perjalanan, Alhamdulillah kondisi Fadil dan semua lebih fresh dan bersemangat dan perjalananpun lancar. 
Mulailah kami menemukan banyak rintangan diawali dengan jembatan kayu yang cukup panjang beberapa kali dengan bawahnya rawa sesekali ada yang bolong dan kita mesti hati2 melewatinya, kemudian ditengah keletihan sekitar jam 1an dini hari kami mulai letih, dingin, dan ngantuk ada tantangan baru yang membuat ngantuk jadi hilang. Kami harus melewati jalan yang di samping kanan jurang, samping kiri aliran air panas belerang, kami harus pijakan kaki pada batu batu yang masih ada di atas permukaan air, teman2 mulai khawatir kepadaku karena saya sendiri yang tak mengenakan sepatu hanya mengunanak sandal karena Airnya cukup panas. Alhamdulillah kita bisa melewatinya dan sekali kakiku masuk kedalam air panas karena kurang pencahayaan, tak bisa melihat jelas. Melanjutkan kembali perjalanan sampai akhirnya sampai di Kandang Badak pos terakhir sebelum puncak sekitar jam 2an kurang lebih. Capek dan ngantuk yang membuat kami sudah tak bisa konsentrasi untuk membangun tenda. Tenda hanya sekedarnya berdiri tanpa ada bentuk pas. Pagi kami ketawa geli karena yang harusnya menjadi tenda kami pake bwt alas tidur dan yg harus menjadi terpal itu untuk atapnya hahaha, pelajaran berharga.


Jam 6 ku dan Arie masak untuk sarapan aku dan Ari mulai duluan sedangkan yang lain masih asyik melawan ngantuk dan dingin, sungguh dinginya luar biasa menusuk hingga ketulang. 

ari dan ambo mulai memasak air panas untuk mencoba menhangatkan tubuh dan sekaligus meracik untuk sarapan...

FAdil mencoba keahlianya dalam memsak kembali sarden yang sudah matang...

kami msh disibukan dengan memasak untuk sarapan...


nah ini dia kurang lebih menu sarapan pagi itu lontong, nuget, mie, dan Sarden....hemmm yummy ....

mulailah kita sarapan bersama ala anak gunung....inget Lisa klo kya gini...hehehe
 ini dia sahabat gw yang cerdas, mungkin dr ribuan pencita alam hanya dia yang kelakuanya niat bgt bawa ayunan sampe gunung dipasang sambil santai di tengah hutan coba,.,.beeeeeuuh keren keluar dr kebiasaan banyak orang.,.,



8.00 wib, mulai packing lagi untuk lanjutin ke puncak gunung gede...





9.30wib, kita sampai di pertigaan jalan yang mau ke puncak gunung Gede dan Pangrango, Kiri ke gunung Gede dan Kanan ke gunung Pangrango...

ini jalan yang paling terjal selama perjalanan extra hati hati dan memerlukan tambang untuk membantu kuatnya pijakan kaki agar bisa melangkah ke atas....

detik detik menuju puncak yang makin melelahkan.,.,.



finally kita sampai dipinggiran puncak gunung Gede, awalnya kita mengira udah sampe , eh eh taunya msh jalan lagi ....




 ini dia the sky line, jalan setapak yg berukuran kurang lbh lebarnya hanya tak lebih dr 2 meter, kanan kiri jurang dan kabut cukup pekat, udara pun cukup dingin....



 liat masih ada jalan yang terus menembus awan yg mesti kita lalui untuk benar benar sampai puncak, jangan cepat merasa puas kawannnn ayooo sempurnakan!

 akhirnya kita sampai puncak pas tp ambo cuapek dan nguantuk jd langsung bobo neh sampe g sadar klo deket banget dengan jurang....

lumayan tidur sebentar langsung diajak foto2 dulu bwt kenang kenangan ceunah yeuh.,.,


  ini yang lebih tragiiiiiis dingiiinya ga ketulung di padang savana yang harusnya indah hanya ada kabut pekat, ujan dan dingin yang menggigit tulang tulang kami.........






 ini air terjernih yang pernah kita temukan selama kita hidup, setelah ini sekitar 5 jam kemudian kita sudah ada didataran rendah atau turun melewati track putri lewat cipanas....
 thanks guys udh mau berbagi waktu dalam satu episode kehidupan ini semoga jadi kenangan terindah hingga tua nanti...
see You at the Top Guys!

Rabu, 04 April 2012

The world will not be waiting for you - your life is !







January 2012 had passed away. I forgot what happened in January, I just forgot. February has also left me, am I walk slow or time too fast than me?....March also already leave...By God willing next month I'm going to 24 years old, duration of my life in this world of diminishing returns. Sad, disappointed, and the revolt are what I'm feeling now because until now I don't have creation or make something different and benefit for others....oh God...keep struggle!be the first - be the best - be different - ...