Jumat, 09 November 2012

Yakin dan Percaya


Assalamuaaikum teman-teman semua, saya adalah seorang mahasiswa semester 8 di perguruan tinggi swasta di Bogor. Saya ingin bercerita mengenai hal-hal yang belum lama terjadi pada kehidupan saya.
 Awalnya dulu waktu saya masih SMA saya ingin sekali nanti bisa kuliah di Madinah Almunawaroh di Jami’yah islamiyah karena selain bisa kuliah gratis dan dapat uang saku, hal yang lebih istimewa adalah kita bisa kapan saja ziarah ke makam Rosullah saw, melakukan ibadah umroh, ikut pengajian2 bersama masayikh di masjid, Haji, i'tikaf di masjid nabawi dan masjidil Haram, waaah pokoke ueeennak banget dah. Akan tetapi nasib berkata lain mungkin belum rezekinya untuk bisa kuliah di Madinah  enam tahun yang lalu. Walaupun demikian tetap saya yakin Allah tau yang terbaik untuk hambanya, yang terpenting adalah kita udah berusaha semaksimal yang kita bisa.
Semangat untuk kuliah disana memang sudah mulai menurun apalagi setelah 3tahun berturut-turut usaha untuk mendapatkan beasiswa belum juga ada tanda-tanda yang positif. Keinginan saya untuk bisa sampai ke Tanah Suci cukup kuat, entah kenapa, dan ada apa? Rasanya seperti ada magnet dalam diri ini untuk ingin cepat kesana di usia muda. Semangat itu terus ada sampai hari ini dan trus saya ikhtiarkan lewat doa-doa setiap hari, yah Cuma doa yang bisa saya ikhtiarkan, sambil menyisihkan uang jajan sedikit demi sedikit untuk ditabung dan menyisihkan untuk beramal sambil diniatkan agar Allah cepat undang dan jemput aku ke rumahNya.

Tepatnya keinginan untuk pergi ke tanah suci makin besar ketika memasuki awal tahun 2012. Waktu itu paman dan bibi saya pulang ke tanah air yang mereka bekerja sebagai TKI di Saudi sebagai pegawai rumah sakit di Jeddah. Ketika itu banyak hal yang saya tanyakan kepada paman dan bibi saya bagaimna caranya agar bisa umroh murah atau mandiri, bisakah kirimi saya visa? bisakah saya datang tanpa travel agent? dll. dan intinya arab saudi negara yang sangat ketat dan tidak bisa segampang itu walaupun niatnya untuk ibadah kesana.

Hari-hari diisi hanya penuh dengan doa agar Allah swt bisa menjemput saya dengan caranya  Allah saja karena kebingungan saya ingin umroh tapi ga punya biaya. Dari segi finansial rasanya masih jauh bisa berangkat umroh dengan uang sendiri. Lalu saya ikhtiarkan banyak hal seprti berdoa, minta doa ibu dan saya ceritakan betul deteils keinginan saya, bersedekah dikala ada dan tidak, dan tidak melakukan hal-hal yang Allah tidak sukai.

Subhanallah walhamdulillah ternyta tidak pake lama kurang lebih sekitar 3 bulan Allah jemput saya dengan caranya untuk menjadi tamu Allah untuk ibadah Umrah gratis. Kebetulan saya merantau di Bogor kuliah sambil ngajar privat Tahsin, nah pada hari itu sekitar bulan april klo tidak salah selesei mengajar di salah satu rumah murid saya ibunya bilang seperti ini “mmm Umet kami ada niat baik, kami sudah punya keinginan dan mampu untuk ke tanah suci, akan tetapi kami belum punya waktu untuk pergi, maka dari itu kami ingin berangkatkan umet umroh dan tolong doakan kami disana agar bisa cepat sampai tanah suci” kurang lebih seperti itu beliau sampaikan.  Itulah janji Allah jika Allah sudah berkehendak maka rezeki itu datang dari yg tidak disangka2. ٱللَّهُ لَطِيفٌۢ بِعِبَادِهِۦ يَرْزُقُ مَن يَشَآءُ ۖ وَهُوَ ٱلْقَوِىُّ ٱلْعَزِيزُ  Allah Maha lembut terhadap hamba-hamba-Nya; Dia memberi rezeki kepada yang di kehendaki-Nya dan Dialah Yang Maha Kuat lagi Maha Perkasa. QS. Ash-Shuraa [42] : 19.
وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِى عَنِّى فَإِنِّى قَرِيبٌ ۖ أُجِيبُ دَعْوَةَ ٱلدَّاعِ إِذَا دَعَانِ ۖ فَلْيَسْتَجِيبُوا۟ لِى وَلْيُؤْمِنُوا۟ بِى لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ  Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.QS. Al-Baqarah [2] : 186

Alhamdulillah saya bisa berangkat Umrah 14 hari kurang lebih pada bulan Ramadhan dari mulai awal ramadhan hingga hampir akhir ramadhan. Sungguh ini nikmat yg amat besar yg Allah berikan. Bisa umroh gratis, bisa menikamti ibadah ramadhan sekaligus di tanah suci, bisa solat berjamaah tarawih di masjid nabawi dan masjidilharam, bisa ketemu sodara2 saya yang jadi TKI disana, bisa berbicara kepada sodara muslim dari seluruh dunia. Alhamdulillah karena pernah sedikit belajar bahasa Arab ketika disana sempat berbincang bincang dengan sodara muslim dari Palestine, Mesir, Saudi, Iran, Yaman, India, Pakistan dll.

Banyak HIKMAH dari hal ini: 1. Semoga kita selalu yakin dan berharap kepada Allah saja.
2. Allah berkehendak atas segala sesuatu yang Allah kehendaki.
3. Terus saja berikhtiar walau padahal kita sendiri tidak mampu secara finansial, tapi ingat kita punya Allah yang maha kaya.
4. Alhamdulillah Impian saya terkabul bisa sampai tanah suci ketika masih muda 24tahun. Semuda mungkin sampai tanah suci, kenapa tunggu TUA ?
5. Semoga Allah ampuni seluruh dosa2 saya.
6. Sedekah memperlancar urusan dan mimpi2 terkabul. Wallahualam.

Saya Ingin mengucapkan terimakasih dan semoga Allah membalas segala kebaikanya, kepada Pak Syafei keluarga Semoga Allah menjaga kalian sekeluarga dunia dan Akhirat.

Semoga cerita ini bisa bermanfaat dan bisa menginspirasi "walau tidak cukup uang untuk Umroh tapi Allah punya Caranya untuk memberangkatkan Hamba2nya"......
  
Ini foto baru sampai madinah belum ada satu jam saya langsung bertemu sahabat lama ketika di Pesantren dulu namanya cecep Mahmud.


Ini diambil sekitar jam 7 pagi di lantai teratas masjidil haram.



foto ka’bah di pagi hari saat bulan Ramadhan.




foto ini diambil di jalan samping museum madinah.




foto ini diambil setelah selesei solat tarawih berjamaah di Masjid Nabawi.


 Ini foto ketika saya bertemu dengan Bibi saya, beliau telah lama sekali jadi TKW 
kurang lebih sudah 20th disana. Kami menghabiskan  waktu tanpa tidur, ngobrol apapun hingga pagi hari. Tidak seluruh potret TKW Indonesia buruk, karena bibi saya ini Alhamdulillah sudah selesei menyelesaikan hafalan Qur’annya 30 Juz. 
Foto-foto diatas semoga bisa menjadi semangat teman-teman untuk bisa sampai tanah suci semuda mungkin.
Wallahualam. Wassalam

Senin, 23 April 2012

Sky Line Gede


Jum’at 13 April, 2012

Semua berawal dari hanya sebuah mimpi dan kerinduan. Liburan UTS membuat saya bosan akan aktifitas yang  ada, rasanya rindu sekali dengan alam yang tenang, sejuk, dan merasa kegelapan, ketinggian salah satu rasa yang tuhan hadirkan untuk bisa merasakan keberadaanya. Entah sejak SMA saya mulai cinta dengan Pesona Alam pegunungan aku merasa lebih dekat dengannya ketika harus bersujud langsung di atas tanah denag sepinya malam di tengah hutan hanya kepadaNya tempat berlindung.

Aku coba mengajukan gagasan ini kepada Arbi yang pernah naik semua gunung yang ada di Bogor, ternyata responya baik dia juga mau dan ketika di sampaikan ke sahabat yang lainpun alhamduillah banyak yang berminat ikut naik. Awalanya kami mengajak salah satu sahabat Arbi dari dinas kehutanan Bogor yang sudah biasa naik gunung Gede Pangrango, sayang sekali justru kami tak bisa bertemu denganya di jalan pendakian karena tidak ada sinyal di atas gunung.

Jum’at  15.30 wib kami berangkat setelah solat ashar dari kediaman sahabat kami Arie di Cisarua, tidak begitu lama kami menunggu mini kol angkutan Cianjur-Bogor yang tak kunjung datang, Arbi mencoba menyetop mobil bak sayur untuk menyoba menumpang sekiranya tujuanya searah, Alhamdulillah kamipun boleh naik dan mendapat tumpangan.
     
 Arie
 Lihat semuanya masih sanangat cerah dan bersemangat, kita lihat beberapa jam kemudian...
Fadhil


Arbi 

Umet 

Rendy 

Alhamdulillah senangnya dapat kemudahan dariNya, walau kita mesti patungan bensin untuk si bapak, karena si bapa menawarkan mengantar kita hingga pintu masuk pendakian Cibodas tak apalah anggap saja kita menyarter mobilnya.
17.00 WIB ku langkahkan kakiku dengan bismillah ku yakin perjalanan ini akan begitu indah. Setelah berjalan sekitar 30 menit dari kantor Taman Nasional Gunung Gede Pangrango sampailah kita di Pos pertama untuk cek in data dan melaporkan keberangkatan karena nanti ketika turun kami akan dicek kembali apakah jumlah kami utuh dan membawa kembali sampah dan tidak meninggalkan sampah diatas gunung agar alam kita tetap terjaga baik.



17.30 wib kami berangkat dari Pos pertama pendakian, perjalanan masih enak jalan masih lebar dan rapih sudah ada tangga buatan dari batu kali yang tersusun. Sambil berjalan sambil kita ngobrol sampai tak terasa alam mulai menunjukan kegelapanya kita harus berhenti untuk solat, sampai di pos kedua tak ada tanda tanda ada air disekitar situ jadi kami harus mengambil jalan yang berbeda dari pendakian untuk menuju Curug Cibereum skitar 10menit dari situ.
Nikmat dan indah rasanya Solat berjamaah di tengah hutan yang amat gelap ditemani gemuruh suara air terjun yang begitu lebat, sungguh ayat ayat yang kubaca dalam solatpun terasa lebih kuat untuk diucapakan indaaaah sekali, Subhanallah.
19.00 wib kami kembali menuju pos kedua untuk menuju jalur pendakian tp sebelumnya Fadil salah satu dari kita bilang kalo dia sedang pusing sedari berangkat tadi.  kami lanjutakan perjalanan melewati pos kedua hp saya berdering ternyata Ka Beni dari dinas kehutanan Bogor menanyakan kami sudah dimana? Dan dia menyuruh kita untuk meninggalkan jejak, dan bertemu nanti di Pos terakhir sebelum puncak di kandang Badak.
Lanjutlah kami perjalanan, malam semakin pekat dingin mulai sedikit terasa di permukaan kulit saja. Kurang lebih sekitar jam 21.30 sahabat kami Fadil sudah tak kuat untuk melanjutkan meminta istirahat, kami langsung memasak air jahe dan memakan lontong dan roti untuk makan malam. Kami memasak air sambil berbincang-bincang Aku, Arie, dan Arbi, dua orang lagi Fadil tidur sejenak setelah muntah dan rendi juga menemani tidur. Mungkin medanya cukup lumayan karena kondisi yang hujan, berkeringat dan di malam hari yang kami memakai penerangan senter hanya dua senter.


Mungkin sekitar jam 22.00 kita lanjutakan perjalanan, Alhamdulillah kondisi Fadil dan semua lebih fresh dan bersemangat dan perjalananpun lancar. 
Mulailah kami menemukan banyak rintangan diawali dengan jembatan kayu yang cukup panjang beberapa kali dengan bawahnya rawa sesekali ada yang bolong dan kita mesti hati2 melewatinya, kemudian ditengah keletihan sekitar jam 1an dini hari kami mulai letih, dingin, dan ngantuk ada tantangan baru yang membuat ngantuk jadi hilang. Kami harus melewati jalan yang di samping kanan jurang, samping kiri aliran air panas belerang, kami harus pijakan kaki pada batu batu yang masih ada di atas permukaan air, teman2 mulai khawatir kepadaku karena saya sendiri yang tak mengenakan sepatu hanya mengunanak sandal karena Airnya cukup panas. Alhamdulillah kita bisa melewatinya dan sekali kakiku masuk kedalam air panas karena kurang pencahayaan, tak bisa melihat jelas. Melanjutkan kembali perjalanan sampai akhirnya sampai di Kandang Badak pos terakhir sebelum puncak sekitar jam 2an kurang lebih. Capek dan ngantuk yang membuat kami sudah tak bisa konsentrasi untuk membangun tenda. Tenda hanya sekedarnya berdiri tanpa ada bentuk pas. Pagi kami ketawa geli karena yang harusnya menjadi tenda kami pake bwt alas tidur dan yg harus menjadi terpal itu untuk atapnya hahaha, pelajaran berharga.


Jam 6 ku dan Arie masak untuk sarapan aku dan Ari mulai duluan sedangkan yang lain masih asyik melawan ngantuk dan dingin, sungguh dinginya luar biasa menusuk hingga ketulang. 

ari dan ambo mulai memasak air panas untuk mencoba menhangatkan tubuh dan sekaligus meracik untuk sarapan...

FAdil mencoba keahlianya dalam memsak kembali sarden yang sudah matang...

kami msh disibukan dengan memasak untuk sarapan...


nah ini dia kurang lebih menu sarapan pagi itu lontong, nuget, mie, dan Sarden....hemmm yummy ....

mulailah kita sarapan bersama ala anak gunung....inget Lisa klo kya gini...hehehe
 ini dia sahabat gw yang cerdas, mungkin dr ribuan pencita alam hanya dia yang kelakuanya niat bgt bawa ayunan sampe gunung dipasang sambil santai di tengah hutan coba,.,.beeeeeuuh keren keluar dr kebiasaan banyak orang.,.,



8.00 wib, mulai packing lagi untuk lanjutin ke puncak gunung gede...





9.30wib, kita sampai di pertigaan jalan yang mau ke puncak gunung Gede dan Pangrango, Kiri ke gunung Gede dan Kanan ke gunung Pangrango...

ini jalan yang paling terjal selama perjalanan extra hati hati dan memerlukan tambang untuk membantu kuatnya pijakan kaki agar bisa melangkah ke atas....

detik detik menuju puncak yang makin melelahkan.,.,.



finally kita sampai dipinggiran puncak gunung Gede, awalnya kita mengira udah sampe , eh eh taunya msh jalan lagi ....




 ini dia the sky line, jalan setapak yg berukuran kurang lbh lebarnya hanya tak lebih dr 2 meter, kanan kiri jurang dan kabut cukup pekat, udara pun cukup dingin....



 liat masih ada jalan yang terus menembus awan yg mesti kita lalui untuk benar benar sampai puncak, jangan cepat merasa puas kawannnn ayooo sempurnakan!

 akhirnya kita sampai puncak pas tp ambo cuapek dan nguantuk jd langsung bobo neh sampe g sadar klo deket banget dengan jurang....

lumayan tidur sebentar langsung diajak foto2 dulu bwt kenang kenangan ceunah yeuh.,.,


  ini yang lebih tragiiiiiis dingiiinya ga ketulung di padang savana yang harusnya indah hanya ada kabut pekat, ujan dan dingin yang menggigit tulang tulang kami.........






 ini air terjernih yang pernah kita temukan selama kita hidup, setelah ini sekitar 5 jam kemudian kita sudah ada didataran rendah atau turun melewati track putri lewat cipanas....
 thanks guys udh mau berbagi waktu dalam satu episode kehidupan ini semoga jadi kenangan terindah hingga tua nanti...
see You at the Top Guys!